KPK Yakin Bisa Bawa Paulus Tannos dari Singapura

0
6


JawaPos.com – Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakin dapat menghadirkan Tannos yang kini tinggal di Singapura untuk diperiksa sebagai tersangka.

Seperti diketahui, dalam persidangan terpidana kasus e-KTP Irman dan Sugiharto, KPK belumk mampu menghadirkan Tannos ke persidangan. Tannos sendiri bersaksi melalui video jarak jauh dari Singapura.

Wakil ketua KPK, Saut Situmorang menyampaikan sebelum menetapkan Tannos sebagai tersangka, penyidik telah melakukan interaksi terhadap Tannos. Dia meyakini dapat menghadirkan Tannos untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Proses awal di penyelidikan sudah ada interaksi dengan PLS (Paulus Tannos). Jadi nanti bagaimana di penyidikan,” kata Saut di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (13/8).

Menurut Saut, KPK akan bekerja sama dengan otoritas Singapura untuk membawa Tannos ke Gedung KPK, Jakarta. Hal ini dilakukan agar penyidik dapat menggali secara rinci soal keterlibatan Tannos dalam perkara e-KTP.

“Kita lihat penyidik seperti apa, yang pasti kerja sama dengan otoritas setempat itu sudah jalan, nanti kita lihat bagaimana bisa menghadirkan,” ucap Saut.

Saut menambahkan penyidik antirasuah telah mempunyai rencana dan strategi untuk dapat menghadirkan Tannos ke Gedung KPK Jakarta. “Seperti apa memberikan keterangan, penyidik sudah punya rencana untuk itu,” tegas Saut.

Selain Tannos, KPK juga menetapkan tiga tersangka baru lainnya dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Ketiganya yakni Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani.

Keempat orang tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor‎ sebagaimana telah diubah dengan UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Delapan orang tersebut yakni Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, dan Markus Nari.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here